Persadariau.co.idPersadariau.co.id
  • Ekonomi
  • Politics
  • Pariwisata
  • Hukrim
  • Daerah
  • Nasional
  • Syi’ar
  • Advertorial
  • Serba – Serbi
Notification Show More
Latest News
Federasi Olahraga Domino Berindat Salurkan Bantuan Sosial 
Daerah
Ramai Diserbu di Helat Pelalawan 2026, Musim Mas Pamerkan Hilirisasi Sawit: Dari Sunco Sampai Sabun Lervia
Daerah Ekonomi
Jadi Saksi Penikahan Anak Ketua JMSI Riau, UAS Berikan Nasehat untuk Mempelai
Daerah
Resmikan Kantor JMSI Riau, Dheni Kurnia: Kita Pulang Kampung
Daerah
Inovasi KWT Melati: Luncurkan Bank Sampah Delima, Sulap Sampah Plastik Jadi Cuan di Desa Proklim Lambangsari V
Daerah
Aa
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Aa
  • Ekonomi
  • Politics
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukrim
  • Pariwisata
  • Syi’ar
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
Follow US
  • Advertise
© 2023 Persadariau.co.id All Rights Reserved. Developed by Tokoweb.co
Persadariau.co.id > Blog > Ekonomi > Rupiah Sentuh Rp17.541 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Intervensi Pasar Obligasi
EkonomiNasional

Rupiah Sentuh Rp17.541 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Intervensi Pasar Obligasi

admin
Last updated: 2026/05/13 11:02:17
admin
Share
2 Min Read
Ilustrasi nilai tukar rupiah anjlok terhadap dolar amerika serikat
Ilustrasi
SHARE

PERSADARIAU, JAKARTA — Nilai tukar Rupiah kembali melemah dan menyentuh level terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (13/5/26) setelah pasar merespons rebalancing indeks global MSCI.

Data Bloomberg menunjukkan Rupiah turun 13 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.541 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat tipis 0,01 persen ke level 98,30.

MSCI Inc mengumumkan hasil evaluasi indeks Mei 2026 dan mendorong investor global menyesuaikan portofolionya.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi arus keluar modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Sejak awal 2026, Rupiah telah melemah sekitar 5,09 persen terhadap dolar AS.

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan membantu Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar.

“Kita coba membantu nilai tukar, kita membantu Bank Indonesia sedikit-sedikit kalau bisa,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/26).

Pemerintah juga akan masuk ke pasar obligasi melalui skema Bond Stabilization Fund (BSF).

Pemerintah berencana membeli kembali obligasi negara yang dilepas investor asing untuk menahan kenaikan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN).

“Besok kita akan mulai membantu dengan masuk ke bond market, seperti Bond Stabilization Fund. Kita masih banyak uang nganggur, kita intervensi bond market supaya yield-nya enggak naik terlalu tinggi,” ujar Purbaya.

Menurut dia, kenaikan yield yang terlalu tinggi dapat mendorong investor asing mengalami capital loss dan menarik dana dari pasar obligasi domestik.

“Kalau yield-nya naik terlalu tinggi, asing yang pegang bond di sini akan mengalami capital loss dan keluar. Jadi kita kendalikan supaya asing enggak keluar, atau malah masuk kalau yield membaik, sehingga Rupiah bisa menguat,” katanya.

Purbaya menegaskan pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Namun, pemerintah belum akan mengaktifkan seluruh dana dalam skema BSF pada tahap awal intervensi.

“Besok mulai jalan, tapi belum semua fund kita aktifkan,” tuturnya.

Pemerintah juga memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman meski nilai tukar Rupiah telah melampaui asumsi dasar APBN 2025 sebesar Rp16.500 per dolar AS. (Rmol)

You Might Also Like

Ramai Diserbu di Helat Pelalawan 2026, Musim Mas Pamerkan Hilirisasi Sawit: Dari Sunco Sampai Sabun Lervia

Polemik HGU PT MUP: Masyarakat Menolak, Tanda Tangan 5 Kades dan 1 Lurah Dukung Perusahaan

Hendardi Desak Polisi Ungkap Aktor di Balik Kekerasan Aksi Demonstrasi

STN Minta Jangan Gunakan UU Perkebunan untuk Mengkriminalisasi Rakyat Kecil

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

TAGGED: Anjlok, Bank Indonesia, Dollar AS, Menteri Keuangan, Nilai Tukar, Obligasi, Purbaya Yudhi Sadewa, Rupiah
admin 2026-05-13
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe
- Advertisement -

Berita Terupdate

Federasi Olahraga Domino Berindat Salurkan Bantuan Sosial 
Daerah 2 hari ago
Ramai Diserbu di Helat Pelalawan 2026, Musim Mas Pamerkan Hilirisasi Sawit: Dari Sunco Sampai Sabun Lervia
Daerah Ekonomi 3 hari ago
Jadi Saksi Penikahan Anak Ketua JMSI Riau, UAS Berikan Nasehat untuk Mempelai
Daerah 3 hari ago
Resmikan Kantor JMSI Riau, Dheni Kurnia: Kita Pulang Kampung
Daerah 5 hari ago

Berita Rekomendasi

DaerahEkonomi

Ramai Diserbu di Helat Pelalawan 2026, Musim Mas Pamerkan Hilirisasi Sawit: Dari Sunco Sampai Sabun Lervia

3 hari ago
Areal perkebunan kelapa sawit PT MUP
Nasional

Polemik HGU PT MUP: Masyarakat Menolak, Tanda Tangan 5 Kades dan 1 Lurah Dukung Perusahaan

1 bulan ago
Nasional

Hendardi Desak Polisi Ungkap Aktor di Balik Kekerasan Aksi Demonstrasi

1 bulan ago
Nasional

STN Minta Jangan Gunakan UU Perkebunan untuk Mengkriminalisasi Rakyat Kecil

2 bulan ago
//

Kami menyadari beberapa kelemahan terkadang menjadi tantangan bagi kami. Namun kami terus berbenah dan meng-Upgrade kemampuan team kami

Informasi

  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Kontak
Alamat Kantor
Komplek MPR E26, Panam, Pekanbaru, Riau
Informasi Kontak
Direktur:    085274097354
Pimred:   082283001167
Email:    [email protected]
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Follow US

© 2023 Persadariau.co.id - Developed by Tokoweb.co

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?