PERSADARIAU, SIAK – Penyidik polisi terus mendalami peristiwa kematian seorang dokter di samping RSUD Tengku Rafian Kabupaten Siak.
Polres Siak bersama sejumlah pihak dari Universitas Riau (UNRI) melihat tempat ditemukannya jasad dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis itu, pada (18/7/26).
Kasat Reskrim Polres Siak, Dr Raja Kosmos SH MH mengatakan pihak UNRI datang untuk mengetahui lebih detail penanganan perkara kasus mahasiswa mereka.
“Intinya kita disini bentuk kepedulian dari Unri, sehingga mereka ingin mengetahui lebih jelas terkait penanganan perkara ini,” sebut Raja Kosmos.
Kasat Reskrim menjelaskan penyidik sudah mengirimkan beberapa sampel dari jenazah ke laboratorium forensik Polda Riau, untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Termasuk sejumlah barang milik korban yang ditemukan pada sekitar lokasi jenazah ditemukan
“Terkait pengembangan kasus kita tunggu dulu hasil laboratorium terhadap sample jenazah yang sudah kita kirimkan ke labfor begitu juga dengan alat-alat dan barang-barang yang kita temukan di TKP, kita juga sudah memeriksa 5 orang saksi yang berkenaan,” jelasnya.
Menanggapi informasi yang telah beredar luas di platform media sosial tentang adanya luka lebam di bagian kepala, tangan, dan dada korban.
Raja Kosmo meminta publik menunggu hasil resmi dari ahli dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan ( Biddokkes) Polda Riau.
“Nanti akan kami jelaskan, karna hasil otopsi belum keluar secara utuh, nanti juga akan dijelaskan oleh ahlinya dari biddokkes,” ujarnya.
Menurut Wakil Rektor I UNRI, Dr Mexsasai Indra SH MH, pihak kampus mendatangi Polres Siak untuk berkoordinasi mengenai perkembangan perkara tersebut.
“Kami datang untuk berkoordinasi dengan pihak Polres Siak terkait sejauh mana proses penanganan perkara ini dan juga bentuk kepedulian terhadap mahasiswa kami,” kata Mexsasai.

