PERSADARIAU, SIAK – Polres Siak terus memperkuat dukungannya terhadap program swasembada pangan nasional melalui pengembangan tanaman jagung bersama kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Siak.
Hingga Mei 2026, jajaran Polres Siak telah mengelola lahan jagung seluas 93,6 hektare, dengan 87,6 hektare di antaranya telah ditanami.
Polres Siak menggandeng kelompok tani dan memanfaatkan lahan produktif untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Polsek Sungai Mandau tercatat mengelola lahan terluas, yakni 43,5 hektare, sedangkan Polsek Kandis mengelola 10 hektare lahan. Sejumlah wilayah lain, seperti Tualang, Kerinci Kanan, dan Lubuk Dalam, juga ikut berkontribusi dalam program tersebut.
Hingga akhir Mei 2026, petani bersama jajaran kepolisian telah memanen jagung dari lahan seluas 27,64 hektare dengan total produksi mencapai 22.468 kilogram. Dari jumlah tersebut, Bulog telah menyerap 12.584 kilogram jagung.
Kapolres Siak melalui Ps Kasi Humas Polres Siak, Dedek Prayoga mengatakan Polsek Kandis menjadi penyumbang terbesar jagung yang terserap Bulog dengan total 7.069 kilogram. Sementara itu, Polsek Koto Gasib menyumbang 3.564 kilogram.
Meski mencatat hasil panen yang cukup baik, petani di wilayah Kandis dan Tualang masih menghadapi kendala pada kualitas hasil panen.
Kadar aflatoksin dan tingkat kelembapan pada sebagian jagung belum memenuhi standar yang ditetapkan Bulog sehingga belum dapat diserap.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, petani mengalihkan hasil panen ke pasar alternatif, seperti industri pakan ternak dan penjualan langsung kepada masyarakat. Langkah itu memungkinkan petani tetap memperoleh nilai ekonomi dari hasil panen mereka.
Polres Siak juga terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap petani, terutama dalam pengelolaan pascapanen.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas jagung yang dihasilkan sehingga memenuhi standar penyerapan Bulog.
“Melalui program ini, Polres Siak menargetkan peningkatan ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong kesejahteraan petani dan menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Siak,” tutup Dedek. **
Frz

