Persadariau.co.idPersadariau.co.id
  • Ekonomi
  • Politics
  • Pariwisata
  • Hukrim
  • Daerah
  • Nasional
  • Syi’ar
  • Advertorial
  • Serba – Serbi
Notification Show More
Latest News
Skandal “Copy-Paste” Surat Perpanjangan HGU PT MUP Bongkar Bobroknya Administrasi di Pelalawan, Bupati Diminta Cabut Rekomendasi
Daerah Hukrim
Aturan FTZ Batam Dinilai Hambat Pasokan Sembako ke Lingga, Program Makan Gratis Terancam
Daerah
Klub Motor CEO Bersama Polisi Bagikan Air Mineral di Tengah Barisan Antrean Panjang BBM
Daerah
STIT Lingga; Bakti Sosial Wujud Kepedulian di Tanah Kepulauan
Daerah
Gedung Kejaksaan Negeri Pekanbaru
Dugaan Praktik Korupsi di Pemko Pekanbaru Mengendap, Kejaksaan Membisu
Daerah
Aa
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Aa
  • Ekonomi
  • Politics
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukrim
  • Pariwisata
  • Syi’ar
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
Follow US
  • Advertise
© 2023 Persadariau.co.id All Rights Reserved. Developed by Tokoweb.co
Persadariau.co.id > Blog > Ekonomi > Pasar India Kurangi Impor CPO Indonesia, INDEF : Pemerintah Mesti Adaptif
EkonomiNasional

Pasar India Kurangi Impor CPO Indonesia, INDEF : Pemerintah Mesti Adaptif

admin
Last updated: 2025/09/24 16:48:29
admin
Share
3 Min Read
Gambar Perkebunan PT Bina Sawit Makmur
SHARE

PERSADARIAU, JAKARTA — Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhil Hasan menyoroti sedikitnya lima isu utama yang perlu menjadi perhatian dalam hubungan perdagangan sawit Indonesia dan India. Hal ini disampaikan dalam webinar Palm Oil as a Strategic Corridor: Strengthening Indonesia-India Economic and Trade Cooperation yang digelar INDEF pada Senin (22/9/2025).

Fadhil mengungkapkan, isu pertama adalah penurunan signifikan impor India terhadap minyak sawit Indonesia sejak 2024. Sepanjang Januari hingga Juni 2025, volume impor tercatat turun sekitar 28 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi ini dipicu lonjakan harga sawit di pasar internasional.

“India dikenal sebagai pasar yang sensitif terhadap harga. Begitu harga sawit lebih tinggi atau setara dengan minyak nabati lain, mereka cenderung beralih ke kedelai,” jelas Fadhil.

Isu kedua terkait meningkatnya konsumsi domestik sawit Indonesia akibat kebijakan mandatori biodiesel. Saat ini Indonesia telah menerapkan B40, yang dikhawatirkan India akan terus menekan ketersediaan pasokan ekspor.

“Kita belum tahu 2026 ini apakah akan ada perubahan dari B40 ke B50 atau sebaliknya turun. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi impor India,” ujarnya.

Selain itu, India juga tengah mendorong swasembada minyak nabati dengan target 2040. Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi sawit domestik, yang menurut Fadhil justru bisa menjadi peluang kerja sama bagi Indonesia.

“Mereka butuh benih sawit berkualitas, dan Indonesia bisa berperan besar di situ. Jadi, tidak perlu melihatnya semata sebagai ancaman,” katanya.

Isu ketiga adalah inkonsistensi kebijakan tarif India yang dinilai menyulitkan prediksi ekspor. Fadhil menekankan perlunya policy dialogue yang intensif untuk memastikan adanya kepastian dan konsistensi regulasi.

“Ketika tarif sering berubah, sulit bagi eksportir untuk merencanakan volume. Kita sudah mulai kampanye positif dua tahun terakhir di India, salah satunya lewat dialog kebijakan,” katanya.

Isu keempat menyangkut persepsi keliru di masyarakat India bahwa sawit inferior dibanding minyak nabati lain. Padahal, menurut Fadhil, dari sisi kesehatan sawit memiliki keunggulan. “Ini perlu diluruskan melalui edukasi publik agar sawit dipandang sejajar, bahkan lebih baik dibanding nabati lain,” paparnya.

Terakhir, India kini mulai menuntut praktik keberlanjutan dalam produk sawit yang diimpor, sejalan dengan tren global. “Kalau dulu India hanya menekankan harga murah, sekarang mereka juga menuntut sustainability. Ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi,” ucapnya.

Fadhil menekankan, hubungan perdagangan sawit Indonesia–India harus melampaui aspek jual-beli semata (go beyond trade). Kerja sama perlu diperluas mencakup penelitian, investasi, kampanye bersama, hingga penguatan standar keberlanjutan.

“Dialog kebijakan harus terus dijaga. Kalau kebijakan tarif tidak konsisten, yang rugi bukan hanya kita, tetapi juga masyarakat India sendiri karena akan memicu inflasi,” pungkasnya.

Sumber : Majalah Sawit Indonesia

You Might Also Like

Polemik HGU PT MUP: Masyarakat Menolak, Tanda Tangan 5 Kades dan 1 Lurah Dukung Perusahaan

Hendardi Desak Polisi Ungkap Aktor di Balik Kekerasan Aksi Demonstrasi

STN Minta Jangan Gunakan UU Perkebunan untuk Mengkriminalisasi Rakyat Kecil

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Konflik Satwa di Pelalawan: Petani Diserang Beruang di Tengah Alih Fungsi Lahan 9.200 Hektar

TAGGED: Ekspor CPO, Indonesia-India, Kelapa Sawit
admin 2025-09-24
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe
- Advertisement -

Berita Terupdate

Skandal “Copy-Paste” Surat Perpanjangan HGU PT MUP Bongkar Bobroknya Administrasi di Pelalawan, Bupati Diminta Cabut Rekomendasi
Daerah Hukrim 23 jam ago
Aturan FTZ Batam Dinilai Hambat Pasokan Sembako ke Lingga, Program Makan Gratis Terancam
Daerah 1 hari ago
Klub Motor CEO Bersama Polisi Bagikan Air Mineral di Tengah Barisan Antrean Panjang BBM
Daerah 7 hari ago
STIT Lingga; Bakti Sosial Wujud Kepedulian di Tanah Kepulauan
Daerah 7 hari ago

Berita Rekomendasi

Areal perkebunan kelapa sawit PT MUP
Nasional

Polemik HGU PT MUP: Masyarakat Menolak, Tanda Tangan 5 Kades dan 1 Lurah Dukung Perusahaan

2 minggu ago
Nasional

Hendardi Desak Polisi Ungkap Aktor di Balik Kekerasan Aksi Demonstrasi

3 minggu ago
Nasional

STN Minta Jangan Gunakan UU Perkebunan untuk Mengkriminalisasi Rakyat Kecil

1 bulan ago
Pemimpin Redaksi, Suwarjono
Nasional

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

1 bulan ago
//

Kami menyadari beberapa kelemahan terkadang menjadi tantangan bagi kami. Namun kami terus berbenah dan meng-Upgrade kemampuan team kami

Informasi

  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Kontak
Alamat Kantor
Komplek MPR E26, Panam, Pekanbaru, Riau
Informasi Kontak
Direktur:    085274097354
Pimred:   082283001167
Email:    [email protected]
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Follow US

© 2023 Persadariau.co.id - Developed by Tokoweb.co

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?