Persadariau.co.idPersadariau.co.id
  • Ekonomi
  • Politics
  • Pariwisata
  • Hukrim
  • Daerah
  • Nasional
  • Syi’ar
  • Advertorial
  • Serba – Serbi
Notification Show More
Latest News
Klub Motor CEO Bersama Polisi Bagikan Air Mineral di Tengah Barisan Antrean Panjang BBM
Daerah
STIT Lingga; Bakti Sosial Wujud Kepedulian di Tanah Kepulauan
Daerah
Gedung Kejaksaan Negeri Pekanbaru
Dugaan Praktik Korupsi di Pemko Pekanbaru Mengendap, Kejaksaan Membisu
Daerah
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK
Kapolres Akan Berganti, Kasus Karhutla di Pelalawan Terancam Tenggelam
Daerah Hukrim
Listrik Sering Padam, Aktifitas Nelayan Posek Lingga Terhambat dan Mengalami Kerugian
Daerah
Aa
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Aa
  • Ekonomi
  • Politics
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukrim
  • Pariwisata
  • Syi’ar
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
Follow US
  • Advertise
© 2023 Persadariau.co.id All Rights Reserved. Developed by Tokoweb.co
Persadariau.co.id > Blog > Nasional > Konflik Satwa di Pelalawan: Petani Diserang Beruang di Tengah Alih Fungsi Lahan 9.200 Hektar
Nasional

Konflik Satwa di Pelalawan: Petani Diserang Beruang di Tengah Alih Fungsi Lahan 9.200 Hektar

admin
Last updated: 2026/08/06 11:45:06
admin
Share
4 Min Read
Foto: H Zukri Misran SM, MM yang hadir langsung di tengah masyarakat, menegaskan bahwa LPHD adalah jalan keluar agar lahan yang dikelola masyarakat menjadi legal dan diakui negara.
SHARE

PERSADARIAU, PELALAWAN — Konflik antara manusia dan satwa liar kembali memakan korban di Kabupaten Pelalawan. Seorang petani, Antono (40), dilaporkan menjadi korban serangan brutal seekor Beruang Madu saat sedang menderes getah karet di kebun miliknya, Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, pada Rabu (5/8/2026) pagi WIB.

Contents
Menyusutnya Habitat Asli SatwaSorotan Penegakan Hukum dan Upaya Pemutihan

Berdasarkan kesaksian korban, serangan tersebut terjadi secara mendadak. Meski sempat memberikan perlawanan sekuat tenaga dan berhasil menyelamatkan diri, Antono akhirnya ditemukan pingsan akibat kehabisan energi dan luka yang dideritanya.

Menyusutnya Habitat Asli Satwa

Insiden ini memicu sorotan tajam dari berbagai pihak terkait kondisi hulu ekosistem di kawasan tersebut. Banyak pihak menilai, agresivitas satwa liar yang masuk ke areal perkebunan warga merupakan dampak langsung dari menyusutnya habitat asli mereka akibat alih fungsi hutan berskala besar.

Tidak jauh dari lokasi kejadian, terdapat hamparan lahan seluas puluhan ribu hektar yang kini telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan data Surat Keputusan (SK) Menteri LHK tahun 2018, kawasan Dusun Mamahan Jaya, Desa Pangkalan Gondai, sebenarnya telah ditetapkan sebagai area Perhutanan Sosial yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pangkalan Gondai.

Namun di lapangan, ribuan hektar dari total luas indikatif sekitar 9.200 hektar di kawasan tersebut diduga kuat telah beralih fungsi menjadi tanaman monokultur kelapa sawit.

Perlu diketahui Lahan Lembaga Pengelola Hutan Desa ( LPHD ) adalah izin kegiatan perhutanan sosial yang di berikan oleh pemerintah pusat untuk kegiatan hutan sosial.

Di dalam prakteknya lahan LPHD sudah berubah fungsi menjadi Budi daya perkebunan sawit. Sehingga sudah beralih fungsi, seharusnya perhutanan sosial tidak bisa di konversikan menjadi tanaman sawit . Sawit adalah tanaman Non Hutan sehingga jauh dari kegiatan perhutanan sosial.

“Lahan ini sudah di per jual belikan oleh Tokoh adat kepada cukong-cukong. Bayangkan 9210 Hektar untuk LPHD sekarang telah beralih fungsi menjadi hamparan sawit,” ujar narasumber terpercaya ketika dijumpai Persadariau di Mamahan Jaya beberapa waktu lalu.

Disaat negara sibuk menertibkan kawasan hutan tiba tiba muncul melegalkan sawit dalam kawasan hutan melalui LPHD.

” Padahal Mentri Kehutanan sudah mengatakan bahwa tidak pernah mengeluarkan izin Budi daya tanaman sawit dalam kawasan Hutan. Kami mendorong pihak Penegak Hukum. KPK, Kejaksaan Agung, hingga POLRI untuk segera melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Sorotan Penegakan Hukum dan Upaya Pemutihan

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebelumnya sempat melakukan penyegelan di lokasi tersebut. Kendati demikian, hingga saat ini kelanjutan penindakan hukum konkrit atas dugaan pelanggaran tata ruang tersebut dinilai masih minim realisasi. Kondisi ini dinilai serupa dengan mandeknya penyelesaian penataan kebun sawit ilegal yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) serta kawasan konsesi PT MUP.

Di sisi lain, langkah penyelamatan lingkungan hidup terus diupayakan oleh pemerintah daerah. Bupati Pelalawan, Zukri, dikabarkan menggandeng sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) lingkungan, termasuk Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari).

Upaya kolaboratif ini dilakukan guna mengajukan permohonan resmi terkait kejelasan status hukum lahan hutan yang telanjur menjadi kebun sawit tersebut melalui skema keterlanjuran atau pemutihan, demi kepastian ruang hidup masyarakat dan perlindungan sisa habitat satwa yang ada. FA

You Might Also Like

Polemik HGU PT MUP: Masyarakat Menolak, Tanda Tangan 5 Kades dan 1 Lurah Dukung Perusahaan

Tim 9 Plasma Aliansi Masyarakat Adat Langgam Nilai Surat Rekomendasi Bupati Zukri Terkait HGU PT MUP Cacat Administrasi dan Langgar Aturan

Skandal “Copy-Paste” Surat Perpanjangan HGU PT MUP Bongkar Bobroknya Administrasi di Pelalawan

Hendardi Desak Polisi Ungkap Aktor di Balik Kekerasan Aksi Demonstrasi

Aliansi Pemuda Pesisir Ancam Turunkan 1.000 Massa Demo di PT RAPP

TAGGED: pelalawan, Perhutanan Sosial, perusakan lingkungan
admin 2026-08-06
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe
- Advertisement -

Berita Terupdate

Klub Motor CEO Bersama Polisi Bagikan Air Mineral di Tengah Barisan Antrean Panjang BBM
Daerah 2 hari ago
STIT Lingga; Bakti Sosial Wujud Kepedulian di Tanah Kepulauan
Daerah 2 hari ago
Gedung Kejaksaan Negeri Pekanbaru
Dugaan Praktik Korupsi di Pemko Pekanbaru Mengendap, Kejaksaan Membisu
Daerah 4 hari ago
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK
Kapolres Akan Berganti, Kasus Karhutla di Pelalawan Terancam Tenggelam
Daerah Hukrim 6 hari ago

Berita Rekomendasi

Areal perkebunan kelapa sawit PT MUP
Nasional

Polemik HGU PT MUP: Masyarakat Menolak, Tanda Tangan 5 Kades dan 1 Lurah Dukung Perusahaan

2 minggu ago
DaerahHukrim

Tim 9 Plasma Aliansi Masyarakat Adat Langgam Nilai Surat Rekomendasi Bupati Zukri Terkait HGU PT MUP Cacat Administrasi dan Langgar Aturan

2 minggu ago
Daerah

Skandal “Copy-Paste” Surat Perpanjangan HGU PT MUP Bongkar Bobroknya Administrasi di Pelalawan

2 minggu ago
Nasional

Hendardi Desak Polisi Ungkap Aktor di Balik Kekerasan Aksi Demonstrasi

3 minggu ago
//

Kami menyadari beberapa kelemahan terkadang menjadi tantangan bagi kami. Namun kami terus berbenah dan meng-Upgrade kemampuan team kami

Informasi

  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Kontak
Alamat Kantor
Komplek MPR E26, Panam, Pekanbaru, Riau
Informasi Kontak
Direktur:    085274097354
Pimred:   082283001167
Email:    persadaoffice18@gmail.com
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Follow US

© 2023 Persadariau.co.id - Developed by Tokoweb.co

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?