Persadariau.co.idPersadariau.co.id
  • Ekonomi
  • Politics
  • Pariwisata
  • Hukrim
  • Daerah
  • Nasional
  • Syi’ar
  • Advertorial
  • Serba – Serbi
Notification Show More
Latest News
Hari Fitro Adha Pimpin PPNI Pelalawan, Unggul Tipis dalam Musda IV
Daerah
Bupati Zukri Buka Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat, Tekankan Kepastian Hukum bagi Masyarakat Adat
Advertorial Daerah
Perjalanan Wahyu Trinanda Puteri Menuju Grand Final Duta Pariwisata Riau 2026
Daerah Pariwisata
Lokasi tambak udang vannamei PT Genesis Kembong Jaya
Aset Negara atau Ladang Bisnis? Tambak Udang di Bengkalis Jadi Polemik
Daerah
Abrasi di pesisir kabupaten bengkalis
RUMUS Riau Berharap Kapolda Serius Berantas Perusakan Mangrove
Daerah
Aa
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Aa
  • Ekonomi
  • Politics
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukrim
  • Pariwisata
  • Syi’ar
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
Follow US
  • Advertise
© 2023 Persadariau.co.id All Rights Reserved. Developed by Tokoweb.co
Persadariau.co.id > Blog > Daerah > 23 Tahun Pelalawan Berdiri, Baru Kali Ini Hewan Langka Tapir Muncul di Ibu Kota, Pertanda Kerusakan Lingkungan
Daerah

23 Tahun Pelalawan Berdiri, Baru Kali Ini Hewan Langka Tapir Muncul di Ibu Kota, Pertanda Kerusakan Lingkungan

admin
Last updated: 2023/05/10 18:58:02
admin
Share
3 Min Read
SHARE

PERSADARIAU, PELALAWAN – Kemunculan Hewan Langkah dan Dilindungi seperti Tapir di kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau masih menjadi pertanyaan masyarakat Kabupaten Pelalawan.

Hewan langka Tapirus Indicus sempat menghebohkan masyarakat Pangkalan Kerinci beberapa hari ini. Karena selama 23 tahun Kabupaten Pelalawan berdiri baru kali ini hewan yang dikenal pemalu itu berkeliaran di Ibu Kota kabupaten Pelalawan.

Kemunculan hewan langka dan dilindungi ini mendapat sorotan organisasi lingkungan melalui Ketua Koordinator Pekan Tua Lestari (PATAR), R Faisal, Rabu (10/5/2023).

“Kita melihat kerusakan alam seperti hutan menjadi ancaman yang serius bagi satwa yang tinggal di dalamnya. Selain disebabkan oleh bencana, kerusakan alam pun bisa disebabkan oleh ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Ditambah lagi, habisnya hutan Taman Nasional Tesa Nilo (TNTN) yang di alih fungsi jadi kebun sawit,” ujar R. Faisal.

Lanjut R. Faisal, maka dari itu seharusnya
menjaga alam seisinya ini menjadi tugas manusia yang ada di muka bumi dan manusia tersebut tidak boleh berbuat kerusakan sekecil apapun.

“Jika alam terjadi kerusakan dampaknya bisa langsung ke satwa maupun juga manusia,” terang R. Faisal.

Selain itu, kata aktivis Riau ini seharusnya pemerintah dan masyarakat harus betul-betul mewaspadai dampak kerusakan hutan di Kabupaten Pelalawan.

“Pertama, harus menjaga kehilangan habitatnya. Bahwasanya, alam menjadi habitat bagi setiap satwa yang ada di muka bumi ini. Di alam hiduplah berbagai jenis satwa baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi,” papar R. Faisal.

“Ketika hutan tersebut rusak maka banyak sekali satwa yang menjadi kehilangan habitat aslinya sehingga satwa langka tersebut mencari habitat baru, bisa jadi Tapir yang berkeliaran di Ibu Kota Kabupaten Pelalawan ini tidak lagi memiliki Habitatnya,” sambung R. Faisal.

Lebih lanjut, pengurus KAHMI Pelalawan ini juga menjelaskan, bahwa kehilangan sumber makanan akan berdampak terhadap kelestarian habitat satwa langkah.

“Ketika alam menjadi rusak maka ketersediaan makanan tersebut menjadi tidak ada. Hal itu dikarenakan satwa bergantung kepada alam terutama yang makanan sehari-harinya,” terang R. Faisal.

Sedangkan dampak selanjutnya, ungkap R. Faisal, ketika bahan makanan sudah tidak tersedia lagi di alam maka banyak satwa langka yang kehilangan makanannya. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan untuk bisa bertahan hidup.

“Namun jika makanan tersebut tidak tercukupi dengan baik maka satwa tersebut akan menjadi lemah dan bisa menjadi punah. Kepunahan satwa diperparah dengan huta yang makin menipis seperti di TNTN Pelalawan,”

Diakhir wawancara, R Faisal menegaskan kerusakan hutan tersebut akan berkurangnya keanekaragaman makhluk hidup. Pasalnya, satwa langka sangat berpengaruh terhadap keanekaragaman makhluk hidup di muka bumi ini.

“Apalagi Indonesia terkenal dengan keanekaragaman hayati dan juga makhluk hidupnya sehingga kerusakan alam yang terjadi terus menerus terutama kerusakan hutan membuat keanekaragaman tersebut menjadi berkurang bahkan hilang,” tutup R. Faisal.

Penulis : ES

You Might Also Like

Hari Fitro Adha Pimpin PPNI Pelalawan, Unggul Tipis dalam Musda IV

Bupati Zukri Buka Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat, Tekankan Kepastian Hukum bagi Masyarakat Adat

Perjalanan Wahyu Trinanda Puteri Menuju Grand Final Duta Pariwisata Riau 2026

Aset Negara atau Ladang Bisnis? Tambak Udang di Bengkalis Jadi Polemik

RUMUS Riau Berharap Kapolda Serius Berantas Perusakan Mangrove

TAGGED: hadirnya Tapir dikota, Pelalawan diteror satwa liar, Rusaknya lingkungan
admin 2023-05-10
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe
- Advertisement -

Berita Terupdate

Hari Fitro Adha Pimpin PPNI Pelalawan, Unggul Tipis dalam Musda IV
Daerah 11 jam ago
Bupati Zukri Buka Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat, Tekankan Kepastian Hukum bagi Masyarakat Adat
Advertorial Daerah 21 jam ago
Perjalanan Wahyu Trinanda Puteri Menuju Grand Final Duta Pariwisata Riau 2026
Daerah Pariwisata 23 jam ago
Lokasi tambak udang vannamei PT Genesis Kembong Jaya
Aset Negara atau Ladang Bisnis? Tambak Udang di Bengkalis Jadi Polemik
Daerah 1 hari ago

Berita Rekomendasi

Daerah

Hari Fitro Adha Pimpin PPNI Pelalawan, Unggul Tipis dalam Musda IV

11 jam ago
AdvertorialDaerah

Bupati Zukri Buka Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat, Tekankan Kepastian Hukum bagi Masyarakat Adat

21 jam ago
DaerahPariwisata

Perjalanan Wahyu Trinanda Puteri Menuju Grand Final Duta Pariwisata Riau 2026

23 jam ago
Lokasi tambak udang vannamei PT Genesis Kembong Jaya
Daerah

Aset Negara atau Ladang Bisnis? Tambak Udang di Bengkalis Jadi Polemik

1 hari ago
//

Kami menyadari beberapa kelemahan terkadang menjadi tantangan bagi kami. Namun kami terus berbenah dan meng-Upgrade kemampuan team kami

Informasi

  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Kontak
Alamat Kantor
Komplek MPR E26, Panam, Pekanbaru, Riau
Informasi Kontak
Direktur:    085274097354
Pimred:   082283001167
Email:    persadaoffice18@gmail.com
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Follow US

© 2023 Persadariau.co.id - Developed by Tokoweb.co

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?