PERSADARIAU, INHU – Pertamina EP (PEP) Lirik Field terus menegaskan komitmennya sebagai perusahaan berkelanjutan yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan fleksibel dalam menciptakan solusi di tingkat tapak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui launching Bank Sampah Delima di Desa Program Kampung Iklim (Proklim) dan pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Lambangsari V, Kecamatan Lirik, pada Rabu (0710/2026) lalu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ganda Pertamina, yakni memaksimalkan bisnis eksisting untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus membangun ekosistem bisnis rendah karbon yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasi.
Dari Sampah Menjadi Rupiah
Bank Sampah Delima hadir sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Melalui sistem tabung sampah terpilah, sampah anorganik warga dikonversi menjadi tabungan, sementara sampah organik diolah menjadi kompos.
Inisiatif ini sejalan dengan pilar Environment dalam prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pengelolaan sampah terpilah di level rumah tangga dinilai efektif mengurangi emisi metana dari tempat pembuangan akhir sekaligus mendorong perilaku rendah karbon.

Pendekatan ini menunjukkan keyakinan PEP Lirik bahwa transisi energi tidak hanya dilakukan di kilang dan sumur migas, tetapi juga harus merangkul perubahan perilaku masyarakat dari tingkat paling bawah.
Perempuan Sebagai Motor Ketahanan Pangan
Sementara itu, pembentukan KWT Melati di Desa Lambangsari V difokuskan pada penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan produktif dan budidaya sayur organik.
Program ini menjadi bagian dari pilar Social dalam kerangka ESG, di mana pemberdayaan perempuan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan.
Sebelumnya, Field Manager PEP Lirik, Luqman Arif, menegaskan bahwa keberadaan operasional hulu migas diharapkan tidak hanya memberi nilai tambah bagi ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi kemandirian masyarakat sekitar wilayah kerja.
Melalui KWT dan Bank Sampah Delima, prinsip tersebut diterjemahkan menjadi kegiatan yang menginspirasi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kesadaran akan pentingnya energi berkelanjutan.
Melalui dua program tersebut, PEP Lirik yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1, PHR Zona 1, berupaya menjalankan operasional yang harmonis bersama masyarakat.
Model pemberdayaan berbasis Proklim dan Desa Energi Berdikari ini ke depan akan terus direplikasi sebagai bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) unggulan perusahaan.
Faisal

