PERSADARIAU, PELALAWAN — Tumpukan limbah bekas peralatan rumah sakit berupa rak, lemari, dan bagian furnitur medis terlihat terbengkalai di area halaman Rumah Sakit Umum Daerah Selasih. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan risiko kesehatan dan keselamatan lingkungan rumah sakit.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah komponen logam dan panel furnitur diletakkan di ruang terbuka tanpa penutup. Beberapa di antaranya membentuk cekungan yang berpotensi menampung air hujan. Situasi tersebut dinilai dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD), yang berisiko bagi pasien, pengunjung, dan tenaga kesehatan.
Selain potensi sarang nyamuk, penumpukan limbah di ruang terbuka juga menimbulkan risiko lain seperti luka akibat benda tajam/berkarat, pencemaran visual, serta kemungkinan kontaminasi bila limbah tercampur dengan material medis tertentu.

Sejumlah pihak berharap pengelolaan limbah non-medis di fasilitas layanan kesehatan dilakukan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan dampak kesehatan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen rumah sakit terkait penanganan tumpukan peralatan bekas tersebut.
Potensi Bahaya Kesehatan & Keselamatan
Sarang nyamuk DBD: Cekungan pada rangka/lemari dapat menampung air dan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Risiko luka: Ujung logam, baut, atau panel rusak dapat melukai petugas dan pengunjung.
Sanitasi lingkungan: Penumpukan barang bekas menurunkan standar kebersihan area layanan kesehatan.
Risiko kontaminasi silang: Jika tidak dipilah, limbah furnitur bisa tercampur dengan limbah medis.
Direktur rumah sakit, dr. Irna membantah kalau tumpukan rak-rak besi itu bukanlah limbah.
” Oh, ini bukan limbah. Ini lagi didata barang-barang yang sudah tidak bisa digunakan. Sedang proses,” jawabnya kepada Persadariau, Rabu (18/2/2026) siang wib.
Disinggung soal sanitasi lingkungan dan potensi penyebaran nyamuk DBD dilingkungan rumah sakit, dr Irna hanya menjawab santai.
” Ini juga sedang dikerjakan sama anak-anak,” jawabnya singkat ketika ditanya soal bahaya DBD mengingat kamar rawat inap pasien tidak jauh dari lokasi ditemukannya limbah perkakas RS tersebut.
FA

