Sinergi Pertamina Field Lirik dan Pemerintah Daerah Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Lingkungan di Indragiri Hulu
PERSADARIAU, INDRAGIRI HULU – Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati resmi meluncurkan Bank Sampah Delima yang dirangkaikan dengan Pelatihan Pengelolaan Sampah pada Rabu (7/10). Langkah strategis ini memperkuat posisi Desa Lambangsari V sebagai satu-satunya Desa Program Kampung Iklim (Proklim) di Kecamatan Lirik, sekaligus menjadi role model perubahan sudut pandang dalam memperlakukan sampah menjadi barang bernilai ekonomi.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indragiri Hulu Elpadri Adha, Camat Lirik Sudarman, Kepala Desa Lambangsari V Syafrizal, Manajer Field Lirik Pertamina Lukman Arif, serta kelompok ibu-ibu KWT dan peserta Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) dari berbagai media lokal dan nasional.
Manajer Field Lirik Pertamina, Lukman Arif, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Melalui bank sampah, kita ingin mengubah sudut pandang tentang sampah. Membuang sampah sesuai jenis sampahnya, nah ini sedikit naik kelas dari level biasanya. Ini jadi role model bagaimana sampah bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Lukman.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hulu, Elpadri Adha. Ia mengungkapkan tantangan berat pengelolaan sampah di wilayahnya, di mana dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pasir Penyu dan Batu Canai harus menampung 30 hingga 35 ton sampah setiap hari.
“Nilai penanganan sampah kita saat ini ada di angka 7, bukan merah lagi tapi sudah hitam. Oleh karena itu, Lambangsari V sebagai satu-satunya Desa Proklim di Lirik harus menjadi contoh. Saya pengen model seperti ini ada di setiap desa,” kata Elpadri. Ia juga berharap PT Pertamina dapat menjadi bapak angkat permanen dalam program ini serta melirik inovasi biologis yang dapat mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) sekelas Dex.
Kepala Desa Lambangsari V, Syafrizal, menjelaskan bahwa komitmen desa terhadap lingkungan telah dimulai sejak status Desa Proklim disandang pada tahun 2023. Ke depan, pemerintah desa akan menggalakkan pembuatan biopori di setiap rumah warga.
“Slogan kami nantinya adalah ‘sampah plastik jadi cuan bagi setiap keluarga’. Dengan semangat ibu-ibu yang didukung penuh oleh pihak Pertamina, kita optimistis kampung kita bisa menjadi tempat wisata yang bersih dan bebas dari sampah plastik,” tegas Syafrizal.
Ketua KWT Melati, Sri Rahayu Ningsih, menceritakan perjalanan panjang kelompoknya yang berdiri sejak Juni 2022 dan telah disahkan melalui SK Kepala Desa. KWT Melati aktif memanfaatkan pekarangan desa dan awalnya memproduksi kompos sendiri bermodalkan 50 karung kotoran ayam bantuan desa. Meski sempat menghadapi tantangan hama monyet hingga beralih menanam ubi, KWT Melati kini sukses memproduksi keripik ubi.
“Insya Allah, dari hasil penjualan keripik kami, kami berencana melakukan studi banding ke Yogyakarta. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Desa dan PT Pertamina yang terus konsisten mendukung dan menemani langkah kami,” ungkap Sri Rahayu.
Melalui sinergi kuat antara masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor privat seperti PT Pertamina, kehadiran Bank Sampah Delima ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan di tingkat tapak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi kesejahteraan keluarga di Desa Lambangsari V.
RF

