PERSADARIAU, PELALAWAN — Kasus dugaan penipuan dengan modus investasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Pelalawan, Riau. Sejumlah calon investor menjadi korban dengan total kerugian kolektif diperkirakan mencapai Rp 2,4 miliar.
Para korban menyetorkan dana dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp 60 juta hingga ratusan juta rupiah per orang. Modus yang digunakan terduga pelaku adalah mencatut nama pemilik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) setempat guna meyakinkan para pemodal.
Para korban mengaku di iming-imingi pengadaan barang, renovasi bangunan dan beberapa kegiatan lainnya yang berhubungan dengan MBG. Korban mengaku percaya dengan pelaku dikarenakan pelaku merupakan ketua PAC PDIP di Bunut sekaligus ketua pemuda.
” Saya rugi 120 juta, bang,” ujar AA saat menceritakan kronologisnya kepada Persadariau pada Jum’at (31/7/2026) pagi wib.
Pemilik sejumlah dapur umum SPPG di Pangkalan Kerinci, dr. Biran, memberikan klarifikasi terkait namanya yang terseret dalam pusaran kasus ini. Ia menyatakan keprihatinannya atas musibah yang menimpa para korban dan menegaskan bahwa seluruh transaksi atau komitmen tersebut dilakukan di luar sepengetahuan dirinya.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini, khususnya kepada para korban. Apa yang terjadi sepenuhnya di luar sepengetahuan kami. Kami baru mengetahui informasi dugaan penipuan ini setelah diberi tahu oleh para korban beberapa hari yang lalu,” kata dr. Biran saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).
Sebagai warga negara, dr. Biran menyatakan mendukung penuh penegakan aturan dan penuntasan kasus ini melalui jalur hukum yang berlaku di Indonesia. Ia memastikan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut murni merupakan tanggung jawab pribadi pelaku.
“Segala tindakan yang bersangkutan berada di luar tanggung jawab dan di luar sepengetahuan kami selaku pemilik dapur,” ujarnya menegaskan.
Meski demikian, dr. Biran tidak menampik bahwa dirinya mengenal terduga pelaku. Ia mengonfirmasi bahwa sosok berinisial MA tersebut merupakan asisten lapangan yang selama ini menjadi salah satu orang kepercayaannya dalam operasional di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, terduga pelaku MA dikabarkan juga aktif di ranah politik praktis dan menjabat sebagai Ketua Pengurus Tingkat Kecamatan Bunut dari salah satu partai politik besar. Hingga berita ini diturunkan, jajaran pimpinan partai politik terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai status keanggotaan maupun keterlibatan MA dalam kasus dugaan penipuan investasi tersebut.
Pihak kepolisian setempat pun diharapkan segera turun tangan untuk menyelidiki aliran dana investasi bodong ini, mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang rawan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi. RF

