PERSADARIAU, PEKANBARU – Bupati Siak Afni Zulkifli menumpahkan kegelisahan Pemerintah Kabupaten Siak terkait kondisi fiskal daerah.
Afni menilai, kondisi yang terjadi saat ini terasa janggal. Meski Siak memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun semakin tertekan.
“Menjadi aneh, masa daerah semakin kaya sumber daya alamnya malah dibikin menjadi miskin. Daerah semakin menyempit fiskalnya,” ujar Afni.
Dia menyampaikan hal tersebut saat hadir dalam forum bersama anggota DPR RI dapil Riau, yang berlangsung di ruang Auditorium Menara Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau, Selasa (9/6/26).
Pemerintah Kabupaten Siak meminta keadilan, kepastian dan transparansi dari pemerintah pusat terkait hak-hak daerah yang hingga kini belum diterima sepenuhnya.
Menurut Afni, pemerintah daerah dituntut untuk terus meningkatkan pembangunan dan layanan publik meskipun ruang fiskalnya terbatas.
“Kita memimpin dalam kondisi sulit, kemudian ditakut-takutin. Lalu kami mau jadi apa kepala daerah kalau tidak menyuarakan kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.
Alokasi hak daerah dari pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2023 dan 2024 hingga kini masih memiliki tunggakan pembayaran yang belum disalurkan.
Akibatnya, daerah mengalami kendala dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan publik.
Selanjutnya, Afni menekankan peran besar Siak dalam sektor sumber daya alam nasional. Ia menilai eksploitasi berbagai potensi alam Kabupaten Siak belum diimbangi dengan manfaat yang memadai bagi daerah.
“Tanah, hutan, sungai dieksploitasi diambil manfaatnya. Hasilnya dibawa keluar, tetapi daerah masih harus berjuang dengan keterbatasan fiskal,” katanya.
Afni meminta percepatan pembayaran hak daerah serta perbaikan kebijakan fiskal yang dinilai kurang menguntungkan daerah penghasil sumber daya alam.
Supaya masyarakat Siak turut menikmati manfaat ekonomi dari kekayaan alam yang selama ini menjadi andalan nasional.
Frz

