Persadariau.co.idPersadariau.co.id
  • Ekonomi
  • Politics
  • Pariwisata
  • Hukrim
  • Daerah
  • Nasional
  • Syi’ar
  • Advertorial
  • Serba – Serbi
Notification Show More
Latest News
Satpol PP Amankan 7 Pasangan Mesum saat Razia Pekat
Daerah
Sambut Sumpah Pemuda, Peserta FDBL Gelar Gladi Bersih
Daerah
Izin HGU PT Serikat Putra Habis, Pemuda Muhammadiyah Pelalawan Desak Pemda Tuntaskan Konflik Lahan
Daerah Hukrim
Perusahaan Peduli Lingkungan PT Musim Mas Terima Penghargaan dari Polres Pelalawan
Daerah
Dugaan Korupsi Lahan 58 Hektare, Kades Kemang Dilaporkan Warga ke Kejari Pelalawan
Daerah Hukrim
Aa
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Aa
  • Ekonomi
  • Politics
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukrim
  • Pariwisata
  • Syi’ar
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
Follow US
  • Advertise
© 2023 Persadariau.co.id All Rights Reserved. Developed by Tokoweb.co
Persadariau.co.id > Blog > Serba - Serbi > Mega Korupsi Pertamina; Menuju The New Pertamina ?
Serba - Serbi

Mega Korupsi Pertamina; Menuju The New Pertamina ?

admin
Last updated: 2025/03/05 22:23:22
admin
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh : Andante (Kajian Garis Tengah)

PERSADARIAU, OPINI — Berselang hampir satu bulan sejak kehebohan akibat kebijakan Menteri ESDM soal LPG 3 kg atau LPG melon, kini dunia energi nasional kembali terguncang dengan dibongkarnya korupsi pengadaan impor minyak dan BBM di Pertamina oleh penyidik Kejaksaan Agung. Kasusnya begitu heboh karena potensi kerugian negara mencapai 197 trilyun. Itu per tahun. Kalau 5 tahun sesuai rentang penyidikan dari 2018-2023 maka total potensi kerugian negara mencapai seribu trilyun atau kuadriliun. Menjadi puncak klasemen dari liga korupsi di Indonesia yang dibuat oleh netizen.

Di samping potensi kerugian, menarik melihat para tersangka yang ditangkap Kejagung. Rata-rata masih muda dengan usia 40-50 tahun. Mereka level manager, VP dan direksi anak perusahaan Pertamina. Anak-anak muda ini mengguncang dunia energi nasional. Publik kaget, sekaligus marah. Sejauh mana sesungguhnya anak-anak muda ini mengatur dan mengkondisikan penyelewengan impor minyak seperti tuduhan jaksa? Menarik untuk menelaah lebih dalam.

Salah satu tersangka yang ditangkap dari pihak swasta adalah Kerry, anak dari Muhammad Riza Chalid (MRC) yang selama beberapa tahun dianggap sebagai raja impor minyak dan tidak tersentuh hukum. Dan kemudian dilanjutkan penggeledahan rumah MRC itu sendiri di Jakarta Selatan. Ini pertama kali dalam sejarah, mafia impor minyak diproses hukum setelah lebih dari dua dekade seperti kebal hukum. Bagi pelaku bisnis minyak dan juga karyawan Pertamina yang menangani bagian ini tentu paham sepak terjang jaringan MRC. Jejaringnya mencengkram kemana-mana. Mengatur pergantian pejabat Pertamina. Bahkan sampai istana pun tidak berdaya. KPK yang pernah membongkar Petral juga entah kemana kasusnya sekarang. Mengelola transaksi 1-2 triliun per hari tentu angka yang tidak sedikit. Keuntungan yang didapat lebih dari cukup untuk membiayai proses politik di negeri ini. Sehingga alih-alih kekuasaan mau menghapus korupsi, yang terjadi justru kolaborasi dengan mafia minyak.

Kasus ini menjadi pertanda penting dari pemerintahan Prabowo yang menempatkan ketahanan energi sebagai salah satu program utama. Banyak program ketahanan energi selama ini mandeg gegara perilaku mafia impor minyak. Seperti misalnya pembangunan kilang baru, pengaktifan sumur minyak baru, de-diselisasi pembangkit diesel PLN dan hilirisasi gas alam yang sumbernya melimpah di dalam negeri. Semua contoh program di atas jika berjalan dengan baik akan mengurangi impor minyak. Namun hal itu tidak berjalan karena pemerintah seperti ogah-ogahan. Lebih senang impor minyak yang tendernya lebih banyak dibuat per tiga bulan ketimbang kontrak jangka panjang.

Mengutip tulisan DR. Syahganda Nainggolan bahwa Prabowo sangat serius untuk membasmi korupsi di Indonesia Dua hal soal korupsi yang dihadapi Prabowo menurut DR. Syahganda, yaitu struktural dan budaya. Tidak mudah mengatasinya, karena korupsi sudah membudaya di Indonesia. End to end menurutnya. Mengingat besar nilainya dan jaringan mafia yang sudah kemana-mana, tentu kasus korupsi impor minyak ini menjadi penting sebagai pertanda sejauh mana pemerintah serius membongkar sampai ke akar-akarnya dan kemudian membangun sistem baru yang lebih transparan. Dari diskusi dengan beberapa kawan yang berpengalaman di bidang ini, sesungguhnya tidak sulit mengungkap borok impor minyak ini. Yang sulit adalah apakah pemerintah punya kemauan yang kuat dan serius untuk membongkarnya.

Kasus oplosan yang ramai di publik sebetulnya belum ada apa-apanya dibanding gurita korupsi mafia minyak ini. Malah hal ini cenderung menjadi pembelokan isu dari perihal korupsi besar dibalik itu. Tentu kita berharap besar bahwa kasus oplosan ini hanya pintu masuk penyidik untuk membongkar kasus korupsi impor minyak sekaligus menangkap mafianya. Seperti penangkapan mafioso terkenal Alphonse Gabriel Capone atau Al Capone pada tahun 1931 yang ditangkap karena kasus pajak. Setelah bertahun-tahun tidak tersentuh hukum.

Dari sisi Pertamina tentu ini juga tamparan keras. Selama ini para enginer muda Pertamina baik di pengolahan (kilang) maupun di bagian hulu migas terbukti bagus kinerja dan dedikasinya. Mereka kerja keras dan profesional. Kasus ini tentu mengganggu mental mereka. Apalagi setelah sebelumnya ada kasus mantan dirut Pertamina Karen Agustiawan yang vonisnya diperberat menjadi 13 tahun.

Padahal Karen menjalankan tugas negara. Namun demikian, terbongkarnya kasus ini justru bisa menjadi momentum bagi awak Pertamina untuk menyusun langkah baru, mekanisme baru dan semangat baru untuk Pertamina yang lebih baik. Sekarang saatnya. The New Pertamina.

You Might Also Like

ETF Bitcoin Dibanjiri Dana US$3,8 Miliar, Investor Cermati The Fed

Di Bawah Langit Pelalawan yang Menipis, IDI Riau Buka Posko Kesehatan Gratis

Homeless Media, Instrumen Penting Menyuarakan Isu Lingkungan

PT Padasa Enam Utama Undang Delapan Eks Karyawan untuk Verifikasi Data Tindak Lanjut Putusan PHI

Beragam Komentar Netizen Usai Hadiri Festival Kue Talam 1 Kilometer

TAGGED: BUMN, Korupsi Pertamina, Pertamina
admin 2025-03-05
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe
- Advertisement -

Berita Terupdate

Satpol PP Amankan 7 Pasangan Mesum saat Razia Pekat
Daerah 1 hari ago
Sambut Sumpah Pemuda, Peserta FDBL Gelar Gladi Bersih
Daerah 2 hari ago
Izin HGU PT Serikat Putra Habis, Pemuda Muhammadiyah Pelalawan Desak Pemda Tuntaskan Konflik Lahan
Daerah Hukrim 3 hari ago
Perusahaan Peduli Lingkungan PT Musim Mas Terima Penghargaan dari Polres Pelalawan
Daerah 3 hari ago

Berita Rekomendasi

Serba - Serbi

ETF Bitcoin Dibanjiri Dana US$3,8 Miliar, Investor Cermati The Fed

3 minggu ago
DaerahSerba - Serbi

Di Bawah Langit Pelalawan yang Menipis, IDI Riau Buka Posko Kesehatan Gratis

1 bulan ago
Serba - Serbi

Homeless Media, Instrumen Penting Menyuarakan Isu Lingkungan

2 bulan ago
Serba - Serbi

PT Padasa Enam Utama Undang Delapan Eks Karyawan untuk Verifikasi Data Tindak Lanjut Putusan PHI

2 bulan ago
//

Kami menyadari beberapa kelemahan terkadang menjadi tantangan bagi kami. Namun kami terus berbenah dan meng-Upgrade kemampuan team kami

Informasi

  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Kontak
Alamat Kantor
Komplek MPR E26, Panam, Pekanbaru, Riau
Informasi Kontak
Direktur:    085274097354
Pimred:   082283001167
Email:    [email protected]
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Follow US

© 2023 Persadariau.co.id - Developed by Tokoweb.co

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?