Persadariau.co.idPersadariau.co.id
  • Ekonomi
  • Politics
  • Pariwisata
  • Hukrim
  • Daerah
  • Nasional
  • Syi’ar
  • Advertorial
  • Serba – Serbi
Notification Show More
Latest News
Suasana ramai massa hadir di persidangan abdul wahid
Diduga Libatkan Siswa untuk Kepentingan Politik, Kepsek MA Ma’arif Pekanbaru Terancam Jerat UU Perlindungan Anak
Daerah
Kebakaran lahan kebun koperasi rtbs
GMPK Desak Polres Pelalawan Usut Tuntas Kasus Karhutla Koperasi RTBS
Daerah
Tandan buah segar kelapa sawit
Harga Sawit Anjlok, Petani di Siak Keluhkan Kenaikan Harga Pupuk
Daerah
Mengusung Konsep Susu Murni, Go Milk Bidik Pasar Anak Muda di Siak
Serba - Serbi
Kesepakatan Bersama Tercapai: Desa Posek Dipilih jadi Kampung Nelayan Perikanan
Daerah Ekonomi Pariwisata
Aa
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Aa
  • Ekonomi
  • Politics
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukrim
  • Pariwisata
  • Syi’ar
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
Follow US
  • Advertise
© 2023 Persadariau.co.id All Rights Reserved. Developed by Tokoweb.co
Persadariau.co.id > Blog > Daerah > 25 Tahun Tanpa HGU, PT Pesawon Raya dan Jejak Kelalaian Pengawasan di Pelalawan
DaerahHukrim

25 Tahun Tanpa HGU, PT Pesawon Raya dan Jejak Kelalaian Pengawasan di Pelalawan

admin
Last updated: 2026/03/30 18:22:42
admin
Share
4 Min Read
Ilustrasi. Foto : AI
SHARE

PERSADARIAU, PELALAWAN — Dugaan pelanggaran tata kelola lahan oleh PT Pesawon Raya kian terang setelah sejumlah fakta lama kembali mencuat di tengah investigasi terbaru oleh Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Pelalawan.

Kepala Dinas Perkebunan Pelalawan, Atai, menyatakan tim GTRA saat ini tengah menghitung potensi kerugian negara serta menelusuri pelanggaran perizinan yang dilakukan perusahaan tersebut. Namun, di balik proses yang disebut “on progress” itu, fakta-fakta lama menunjukkan persoalan ini telah berlangsung sangat lama, bahkan sejak awal 2000-an.

625 Hektare, 25 Tahun Tanpa HGU

Sejumlah laporan media sebelumnya mengungkap bahwa PT Pesawon Raya mengelola lahan perkebunan sawit seluas ±625,50 hektare, berdasarkan Izin Usaha Perkebunan (IUP) yang diterbitkan sejak tahun 2000.

Namun hingga kini, perusahaan tersebut tidak pernah mengantongi Hak Guna Usaha (HGU) izin utama yang melegalkan penguasaan lahan dalam skala besar.
Artinya, selama kurang lebih 25 tahun operasional, aktivitas perkebunan berjalan hanya bermodalkan IUP, tanpa kepastian hak atas tanah.

Tanaman Sudah Produktif, Izin Tak Kunjung Tuntas

Lebih jauh, data lapangan dalam laporan sebelumnya menunjukkan bahwa tanaman sawit di areal tersebut bukan lagi kategori awal. Dalam kajian terdahulu, umur tanaman di kebun PT Pesawon Raya bahkan telah mencapai kisaran 8–10 tahun pada periode pengamatan sebelumnya.

Dengan asumsi waktu berjalan hingga sekarang, usia tanaman tersebut sudah memasuki fase produktif penuh, yang berarti perusahaan telah lama menikmati hasil ekonomi dari lahan yang status hukumnya belum sah sepenuhnya.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa potensi kerugian negara bukan hanya administratif, tetapi juga fiskal dalam jangka panjang.

BPN: Ini Bukan Sekadar Pelanggaran, Tapi Kegagalan Pengawasan

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pelalawan, Umar Fathoni, dalam pernyataannya secara tegas menyebut bahwa kasus ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, perusahaan yang telah mengantongi IUP seharusnya wajib mengurus HGU dalam waktu maksimal tiga tahun, dan jika tidak dipenuhi, izin tersebut seharusnya dicabut.

“Kalau perusahaan tidak taat, artinya pengawasan tidak berjalan,” tegasnya dalam pemberitaan sebelumnya dikutip Indonesiawarta.com.

Bahkan, BPN mengaku tidak pernah menerima pengajuan HGU dari PT Pesawon Raya, sebuah fakta yang memperkuat indikasi pembiaran selama bertahun-tahun.

Potensi Kerugian dan Dugaan Pembiaran Sistemik

Dengan luas ratusan hektare dan usia tanam yang telah produktif, potensi kerugian negara diperkirakan signifikan. Dalam salah satu perhitungan kasar yang pernah muncul di publik, kerugian fiskal dari pajak dan kewajiban lain bisa mencapai miliaran rupiah.
Situasi ini semakin kompleks dengan adanya dugaan:
‌

  1. Perusahaan tetap beroperasi tanpa HGU selama puluhan tahun;
    ‌Tidak adanya tindakan tegas dari otoritas terkait;
  2. ‌Indikasi lobi ke dinas perizinan agar aktivitas tetap berjalan.

Meski dugaan lobi belum terkonfirmasi, pola pembiaran yang berlangsung lama membuka ruang spekulasi adanya kegagalan sistemik dalam pengawasan.

GTRA Bergerak, Publik Menunggu Ketegasan
Kini, GTRA Pelalawan kembali mengambil alih penanganan kasus ini, termasuk menghitung denda dan potensi kerugian negara. Namun pertanyaan mendasar belum terjawab.

Mengapa pelanggaran yang diduga berlangsung lebih dari dua dekade baru ditangani serius sekarang?
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pesawon Raya belum memberikan keterangan resmi terkait:
‌

  • Status pengurusan HGU;
  • Kewajiban denda;
  • ‌Dugaan komunikasi dengan instansi pemerintah.

Kasus ini tidak lagi sekadar soal satu perusahaan, tetapi menjadi cermin lemahnya tata kelola agraria di daerah di mana pelanggaran bisa berlangsung lama tanpa koreksi.

Jika GTRA serius, maka langkah berikutnya bukan hanya menghitung kerugian, tetapi juga menjawab satu hal penting, siapa yang harus bertanggung jawab atas pembiaran selama ini?

Tim/**

You Might Also Like

Diduga Libatkan Siswa untuk Kepentingan Politik, Kepsek MA Ma’arif Pekanbaru Terancam Jerat UU Perlindungan Anak

GMPK Desak Polres Pelalawan Usut Tuntas Kasus Karhutla Koperasi RTBS

Harga Sawit Anjlok, Petani di Siak Keluhkan Kenaikan Harga Pupuk

Kesepakatan Bersama Tercapai: Desa Posek Dipilih jadi Kampung Nelayan Perikanan

Dugaan Perusakan Lingkungan Mencuat di Pelalawan, Perusahaan Sawit Astra Disorot

TAGGED: Mafia lahan, Perusahaan Illegal, PT Pesawon Raya, Tim GTRA
admin 2026-03-30
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe
- Advertisement -

Berita Terupdate

Suasana ramai massa hadir di persidangan abdul wahid
Diduga Libatkan Siswa untuk Kepentingan Politik, Kepsek MA Ma’arif Pekanbaru Terancam Jerat UU Perlindungan Anak
Daerah 2 hari ago
Kebakaran lahan kebun koperasi rtbs
GMPK Desak Polres Pelalawan Usut Tuntas Kasus Karhutla Koperasi RTBS
Daerah 2 hari ago
Tandan buah segar kelapa sawit
Harga Sawit Anjlok, Petani di Siak Keluhkan Kenaikan Harga Pupuk
Daerah 3 hari ago
Mengusung Konsep Susu Murni, Go Milk Bidik Pasar Anak Muda di Siak
Serba - Serbi 3 hari ago

Berita Rekomendasi

Suasana ramai massa hadir di persidangan abdul wahid
Daerah

Diduga Libatkan Siswa untuk Kepentingan Politik, Kepsek MA Ma’arif Pekanbaru Terancam Jerat UU Perlindungan Anak

2 hari ago
Kebakaran lahan kebun koperasi rtbs
Daerah

GMPK Desak Polres Pelalawan Usut Tuntas Kasus Karhutla Koperasi RTBS

2 hari ago
Tandan buah segar kelapa sawit
Daerah

Harga Sawit Anjlok, Petani di Siak Keluhkan Kenaikan Harga Pupuk

3 hari ago
DaerahEkonomiPariwisata

Kesepakatan Bersama Tercapai: Desa Posek Dipilih jadi Kampung Nelayan Perikanan

3 hari ago
//

Kami menyadari beberapa kelemahan terkadang menjadi tantangan bagi kami. Namun kami terus berbenah dan meng-Upgrade kemampuan team kami

Informasi

  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Kontak
Alamat Kantor
Komplek MPR E26, Panam, Pekanbaru, Riau
Informasi Kontak
Direktur:    085274097354
Pimred:   082283001167
Email:    persadaoffice18@gmail.com
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Follow US

© 2023 Persadariau.co.id - Developed by Tokoweb.co

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?