PERSADARIAU, SIAK – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini dikeluhkan petani karena terjadi di tengah kenaikan harga pupuk dan tingginya biaya perawatan kebun.
Salah seorang petani sawit di Kecamatan Mempura, Rizky Kurniawan mengatakan harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp2.500 per kilogram.
“Sekarang harga sawit turun dari Rp3.000 jadi Rp2.500-an. Sementara harga pupuk masih sama, bahkan cenderung naik. Petani jelas berat,” kata Rizky, Kamis (21/5/2026).
Menurut dia, penurunan harga sawit berdampak langsung terhadap pendapatan petani. Di sisi lain, biaya operasional kebun, khususnya untuk pembelian pupuk, terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menyebut harga pupuk non-subsidi mengalami kenaikan signifikan dan memberatkan petani kecil. Akibatnya, sebagian petani mulai mengurangi penggunaan pupuk demi menekan biaya produksi.
“Beberapa bulan terakhir harga pupuk naik hampir mencapai 300 persen. Kalau kondisi bertahan seperti ini, bisa jadi kebun sawit milik kami setahun sekali baru dipupuk,” ujarnya.
Fenomena kenaikan harga pupuk di tengah fluktuasi harga sawit juga terjadi di sejumlah daerah sentra perkebunan kelapa sawit lainnya.
Petani berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga sawit serta mengendalikan harga pupuk agar sektor perkebunan rakyat tetap bertahan.
“Semoga kondisi ini cepat berlalu, harga sawit stabil dan harga pupuk kembali turun,” pungkas Rizky.
Frz

