PERSADARIAU, LINGGA — Semangat baru dunia olahraga intelektual kembali berkobar hari ini menjadi momen bersejarah dan penuh keakraban dengan suksesnya pelaksanaan Musyawarah Cabang ke Lima (Muscab). Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Lingga Provinsi Kepri.
Acara berjalan dengan penuh khidmat, kekeluargaan, dan semangat sportivitas yang tinggi. Muscab ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan wadah penting untuk melakukan evaluasi, menyatukan visi, serta menentukan arah kebijakan baru bagi kemajuan catur di daerah tersebut. jumat, (1/5/2026) malam.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan damai. Para delegasi serta peserta hadir penuh antusias menyampaikan aspirasi dan gagasan konstruktif.
Suasana semakin hangat dan menyatukan hati saat sampai pada puncak acara, yaitu pemilihan ketua periode mendatang.
Dalam momen yang sangat dinanti tersebut, tercatat sejarah baru yang membanggakan. Calon Ketua yang diusung mendapatkan dukungan penuh dan terpilih secara Aklamasi. Hal ini menjadi bukti nyata adanya kesepakatan bulat, kepercayaan yang besar, dan rasa persatuan yang kuat dari seluruh elemen untuk mengamanahkan kepemimpinan tersebut.
Ketua percasi lingga Desri Efrizal mengatakan, dengan terpilihnya pengurus baru ini, Percasi Lingga akan semakin solid, progresif, dan berkomitmen kuat. diharapkan kepengurusan yang baru mampu melakukan pembinaan maksimal, menjaring bibit-bibit unggul, serta mencetak atlet-atlet catur yang handal siap berprestasi mengharumkan nama Kabupaten Lingga di tingkat yang lebih tinggi.
Meskipun Percasi Lingga berada di bawah naungan KONI Kabupaten Lingga dan Percasi Provinsi Kepulauan Riau.
Organisasi ini memiliki peran penting dalam mengirimkan atlet untuk mewakili Kabupaten Lingga dalam ajang kejurda maupun Porwil.
“Kita juga sering mengadakan turnamen catur lokal untuk mengasah kemampuan bibit-bibit atlet catur di Kabupaten Lingga,” ujarnya
Selamat dan sukses untuk Pengurus Percasi Lingga yang baru. Semoga amanah ini membawa kemajuan dan kejayaan bagi dunia catur di Bumi Bunda Tanah Melayu.
Penulis: Zainudin

