Persadariau.co.idPersadariau.co.id
  • Ekonomi
  • Politics
  • Pariwisata
  • Hukrim
  • Daerah
  • Nasional
  • Syi’ar
  • Advertorial
  • Serba – Serbi
Notification Show More
Latest News
Warga Siak temukan mayat berjenis kelamin pria
Penemuan Mayat Dokter Spesialis Gegerkan Warga Siak
Daerah
Tongkang pengangkut ekaliptus ditambat di pesisir labuhan bilik
KSOP Bungkam Soal Titik Resmi Tambat Tongkang di Labuhan Bilik
Daerah
Peduli Pendidikan Anak Usia Dini, PT Musim Mas Bangun Tiga Ruang Kelas TK di Desa Pesaguan
Daerah
Dikejar Hingga Tiga Provinsi, Pelaku Pencurian Mobil Toyota Sigra Tak Berkutik Saat Ditangkap
Daerah Hukrim
Dokumen dari Kediaman Kadishub Siak Diangkut Polisi Sebagai Barang Bukti
Daerah Hukrim
Aa
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Aa
  • Ekonomi
  • Politics
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukrim
  • Pariwisata
  • Syi’ar
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
Follow US
  • Advertise
© 2023 Persadariau.co.id All Rights Reserved. Developed by Tokoweb.co
Persadariau.co.id > Blog > Daerah > Tragedi Bocah Tewas Diterkam Harimau di Konsesi PT Madukoro Kembali Soroti Tata Kelola Lanskap Hutan Riau
Daerah

Tragedi Bocah Tewas Diterkam Harimau di Konsesi PT Madukoro Kembali Soroti Tata Kelola Lanskap Hutan Riau

admin
Last updated: 2026/07/13 22:29:19
admin
Share
5 Min Read
SHARE

PERSADARIAU, PEKANBARU – Kematian Jerlin Zalukhu (12), anak pekerja yang tewas akibat serangan Harimau Sumatera di camp pekerja PT Madukoro, perusahaan hutan tanaman industri (HTI) yang berafiliasi dengan APRIL Group di Kabupaten Pelalawan, kembali memunculkan sorotan terhadap pengelolaan kawasan hutan dan mitigasi konflik satwa-manusia di Provinsi Riau.

Contents
Rekam Jejak Persoalan Hukum dan LingkunganKonflik Agraria dan DeforestasiTragedi yang Tidak Boleh TerulangJikalahari MendesakHak Jawab

Berdasarkan hasil investigasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, harimau diduga memasuki kawasan camp melalui pagar belakang yang rusak dan terbuka. Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyatakan pihaknya telah meminta perusahaan segera memperbaiki sistem pengamanan camp, meningkatkan penerangan, membersihkan vegetasi di sekitar permukiman pekerja, membatasi aktivitas malam hari, serta memperkuat patroli guna mencegah konflik serupa terulang.

Koordinator Jikalahari, Okto Yugo Setiyo, menilai tragedi tersebut tidak dapat dipandang sebagai insiden yang berdiri sendiri.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik satwa dan manusia harus dilihat dalam konteks tata kelola lanskap secara menyeluruh. Ketika habitat satwa terus terfragmentasi dan mitigasi di tingkat tapak tidak berjalan optimal, risiko terhadap keselamatan manusia maupun satwa akan terus meningkat,” ujar Okto, (11/7/26).

Menurut Jikalahari, berbagai persoalan tata kelola sumber daya alam di Riau selama bertahun-tahun telah melahirkan konflik agraria, deforestasi, kebakaran hutan dan lahan, serta meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar.

Rekam Jejak Persoalan Hukum dan Lingkungan

Jikalahari mencatat sejumlah perkara hukum yang pernah melibatkan perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan kelompok usaha APRIL maupun Royal Golden Eagle (RGE).

Dalam perkara korupsi kehutanan yang menjerat mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, sejumlah perusahaan HTI disebut dalam putusan pengadilan sebagai penerima manfaat dari penerbitan izin yang bermasalah. Putusan tersebut menghitung kerugian negara akibat hilangnya tegakan hutan alam dan keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Di sektor perpajakan, Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 2239 K/PID.SUS/2012 menjatuhkan kewajiban pembayaran kepada negara terhadap Asian Agri terkait tindak pidana perpajakan yang dilakukan sejumlah anak perusahaan.

Jikalahari menilai berbagai putusan tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola korporasi di sektor kehutanan dan perkebunan.

Konflik Agraria dan Deforestasi

Selain persoalan hukum, Jikalahari mencatat sedikitnya sebelas konflik agraria yang melibatkan masyarakat dengan perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan APRIL di berbagai wilayah Riau.

Konflik di Kampung Tumang, Kabupaten Siak, Pulau Padang di Kabupaten Kepulauan Meranti, hingga Pulau Bengkalis disebut sebagai contoh panjangnya sengketa antara masyarakat dengan perusahaan mengenai penguasaan ruang hidup.

Dalam catatan Jikalahari, aktivitas pembukaan hutan selama lebih dari dua dekade juga telah menyebabkan hilangnya ratusan ribu hektare tutupan hutan di Riau. Kondisi tersebut dinilai memperbesar tekanan terhadap habitat satwa kunci seperti Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera.

Tragedi yang Tidak Boleh Terulang

Bagi Jikalahari, kematian Jerlin harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan konsesi yang berada di lanskap habitat satwa liar.

Selain memastikan perlindungan terhadap pekerja dan masyarakat yang tinggal di sekitar konsesi, perusahaan juga dinilai wajib menerapkan langkah-langkah mitigasi konflik satwa sesuai rekomendasi BBKSDA Riau.

“Keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa tidak boleh dipertentangkan. Keduanya hanya dapat dicapai apabila tata kelola kawasan hutan dilakukan secara bertanggung jawab dan seluruh rekomendasi mitigasi dijalankan secara serius,” kata Okto.

Jikalahari Mendesak

Menyikapi berbagai persoalan tersebut, Jikalahari mendesak pemerintah untuk:

1. Melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola konsesi perusahaan-perusahaan kehutanan yang beroperasi di bentang alam habitat Harimau Sumatera di Riau.
2. Memastikan seluruh perusahaan menjalankan mitigasi konflik satwa-manusia sesuai rekomendasi BBKSDA Riau.
3. Mengevaluasi izin perusahaan yang terbukti berulang kali melanggar ketentuan lingkungan hidup berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
4. Mempercepat pemulihan hutan alam, perlindungan habitat satwa, serta penyelesaian konflik agraria melalui mekanisme yang adil dan menghormati hak masyarakat adat maupun masyarakat lokal.
5. Memastikan seluruh dugaan pelanggaran hukum di sektor kehutanan dan lingkungan diproses secara transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hak Jawab

Hingga siaran pers ini diterbitkan, Jikalahari mendorong pihak APRIL Group maupun PT Madukoro untuk memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut, pelaksanaan mitigasi konflik satwa, serta langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. (*/Rls)

You Might Also Like

Penemuan Mayat Dokter Spesialis Gegerkan Warga Siak

KSOP Bungkam Soal Titik Resmi Tambat Tongkang di Labuhan Bilik

Peduli Pendidikan Anak Usia Dini, PT Musim Mas Bangun Tiga Ruang Kelas TK di Desa Pesaguan

Dikejar Hingga Tiga Provinsi, Pelaku Pencurian Mobil Toyota Sigra Tak Berkutik Saat Ditangkap

Dokumen dari Kediaman Kadishub Siak Diangkut Polisi Sebagai Barang Bukti

admin 2026-07-13
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tetap Terhubung

Facebook Like
Twitter Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe
- Advertisement -

Berita Terupdate

Warga Siak temukan mayat berjenis kelamin pria
Penemuan Mayat Dokter Spesialis Gegerkan Warga Siak
Daerah 3 jam ago
Tongkang pengangkut ekaliptus ditambat di pesisir labuhan bilik
KSOP Bungkam Soal Titik Resmi Tambat Tongkang di Labuhan Bilik
Daerah 4 jam ago
Peduli Pendidikan Anak Usia Dini, PT Musim Mas Bangun Tiga Ruang Kelas TK di Desa Pesaguan
Daerah 5 jam ago
Dikejar Hingga Tiga Provinsi, Pelaku Pencurian Mobil Toyota Sigra Tak Berkutik Saat Ditangkap
Daerah Hukrim 5 jam ago

Berita Rekomendasi

Warga Siak temukan mayat berjenis kelamin pria
Daerah

Penemuan Mayat Dokter Spesialis Gegerkan Warga Siak

3 jam ago
Tongkang pengangkut ekaliptus ditambat di pesisir labuhan bilik
Daerah

KSOP Bungkam Soal Titik Resmi Tambat Tongkang di Labuhan Bilik

4 jam ago
Daerah

Peduli Pendidikan Anak Usia Dini, PT Musim Mas Bangun Tiga Ruang Kelas TK di Desa Pesaguan

5 jam ago
DaerahHukrim

Dikejar Hingga Tiga Provinsi, Pelaku Pencurian Mobil Toyota Sigra Tak Berkutik Saat Ditangkap

5 jam ago
//

Kami menyadari beberapa kelemahan terkadang menjadi tantangan bagi kami. Namun kami terus berbenah dan meng-Upgrade kemampuan team kami

Informasi

  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
  • Network
  • Kontak
Alamat Kantor
Komplek MPR E26, Panam, Pekanbaru, Riau
Informasi Kontak
Direktur:    085274097354
Pimred:   082283001167
Email:    persadaoffice18@gmail.com
Persadariau.co.idPersadariau.co.id
Follow US

© 2023 Persadariau.co.id - Developed by Tokoweb.co

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?