PERSADARIAU, PEKANBARU — Pagi itu, aliran Sungai Kampar di Dusun Muara Sako, Kelurahan Langgam, tampak tenang. Di wilayah yang berada cukup jauh dari pusat keramaian tersebut, denyut kehidupan masyarakat masih sangat bergantung pada sungai dan hasil tangkapan ikan. Saat debit air meningkat, kawasan itu kerap terendam banjir dan akses warga menjadi semakin terbatas.
Di tengah kondisi tersebut, suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat setempat. Seekor hewan kurban tiba bersama rombongan penyalur bantuan dari Korinci Baru Limited, perusahaan yang beroperasi di sektor hulu migas di Riau.
Tak hanya di Muara Sako, perusahaan tersebut tahun ini menyalurkan total 32 hewan kurban yang terdiri dari 8 ekor sapi dan 24 ekor kambing kepada masyarakat di sejumlah wilayah operasional perusahaan di Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Kampar.
Program sosial itu menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga hubungan sosial dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi energi yang selama ini menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi daerah.
Penyaluran hewan kurban dilakukan melalui kolaborasi antara manajemen perusahaan, pekerja, mitra kerja, serta Badan Dakwah Islam (BDI) EMP Bentu Limited. Distribusi dilakukan secara bertahap menjelang Idul Adha dan diperkirakan menjangkau lebih dari 1.440 kepala keluarga.
Bagi masyarakat di daerah terpencil seperti Muara Sako, bantuan tersebut bukan sekadar pembagian daging kurban. Kehadiran bantuan di momen hari raya juga menjadi bentuk perhatian bagi warga yang hidup dengan berbagai keterbatasan akses.
Ketua BDI Pekanbaru, M. Hanshardi, mengatakan momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya nilai berbagi dan kepedulian sosial, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, keberadaan industri energi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.
“Momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Kami berharap bantuan hewan kurban ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan silaturahmi antara perusahaan dan warga di sekitar wilayah operasional,” ujarnya.
Sementara itu, EMP CSR & Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan kegiatan kurban menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar area operasi migas.
Menurutnya, stabilitas operasional industri energi tidak dapat dipisahkan dari dukungan lingkungan sosial yang kondusif dan hubungan baik dengan masyarakat setempat.
Ia menegaskan, program sosial perusahaan terus diarahkan untuk memberi manfaat langsung, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses dan tantangan ekonomi.
“Karena itu, kegiatan kurban tidak hanya dimaknai sebagai agenda keagamaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasi energi,” katanya.
Di tengah aktivitas industri migas yang berjalan di berbagai wilayah Riau, kisah kecil dari tepian Sungai Kampar itu menunjukkan bahwa hubungan antara perusahaan dan masyarakat tak selalu hanya tentang operasi dan produksi. Ada ruang kepedulian yang terus dijaga melalui silaturahmi, berbagi, dan hadir di tengah masyarakat pada momentum yang penuh makna.
rls/FA

