PERSADARIAU, PELALAWAN — Di tengah tantangan penguatan ekonomi daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga berinovasi. Di Kabupaten Pelalawan, Riau, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tuah Sekata mulai menunjukkan arah baru. Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Denny Gunawan, perusahaan daerah tersebut tidak lagi semata berfokus pada sektor kelistrikan, tetapi juga mulai merancang langkah ekspansi ke sektor strategis lain yang menjadi denyut ekonomi daerah, kelapa sawit.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Pelalawan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas industri sawit yang sangat tinggi. Puluhan pabrik kelapa sawit beroperasi di daerah ini, sementara produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun masyarakat dan perusahaan terus meningkat setiap tahun. Namun, selama ini peran pemerintah daerah dalam rantai bisnis komoditas tersebut masih relatif kecil.
Di sinilah Perumda Tuah Sekata Mencoba Mengambil Peran
Direktur Perumda Tuah Sekata, dr. Denny Gunawan, melihat peluang besar bagi perusahaan daerah untuk masuk dalam rantai perdagangan TBS. Menurutnya, potensi ekonomi dari sektor sawit di Pelalawan terlalu besar jika tidak dikelola secara strategis oleh BUMD.
“Selama ini kita dikenal bergerak di sektor kelistrikan. Namun ke depan Perumda Tuah Sekata harus lebih adaptif melihat peluang. Sawit adalah tulang punggung ekonomi Pelalawan,” ujar Denny dalam sejumlah kesempatan.
Langkah ekspansi ini sejalan dengan arahan Bupati Pelalawan, H. Zukri, yang sebelumnya mendorong BUMD agar lebih agresif membuka lini usaha baru yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah.
Dalam salah satu pidatonya, Zukri bahkan secara tegas meminta Perumda Tuah Sekata untuk membangun jaringan Delivery Order (DO) sawit di setiap pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan.
Arahan tersebut dimaksudkan agar BUMD dapat berperan sebagai penghubung dalam tata niaga TBS, sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi pemerintah daerah.
“BUMD harus hadir dalam rantai bisnis sawit. Kita ingin ada DO sawit di setiap pabrik di Pelalawan yang dikelola Perumda,” kata Zukri kala itu.
Arahan tersebut langsung mendapat respons cepat dari dr. Denny Gunawan. Ia menilai gagasan pembentukan jaringan DO sawit merupakan peluang strategis yang tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga dapat memperkuat posisi BUMD dalam ekosistem ekonomi daerah.
Jika terealisasi, skema DO sawit ini berpotensi menjadikan Perumda Tuah Sekata sebagai salah satu pemain penting dalam distribusi TBS di Pelalawan. Selain itu, langkah ini juga diyakini mampu membuka akses yang lebih luas bagi petani sawit lokal untuk menyalurkan hasil panennya ke pabrik.
Tak hanya soal bisnis, Denny juga menilai keterlibatan BUMD dalam tata niaga sawit dapat menjadi instrumen untuk menciptakan perdagangan yang lebih transparan dan terkontrol.
Perubahan arah bisnis ini menandai fase baru bagi Perumda Tuah Sekata. Dari perusahaan daerah yang selama ini identik dengan pengelolaan sektor kelistrikan, kini perlahan bertransformasi menjadi entitas bisnis daerah yang lebih dinamis dan adaptif terhadap potensi lokal.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan peluang pasar yang besar, langkah Perumda Tuah Sekata memasuki bisnis perdagangan TBS bisa menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pelalawan.
Ke depan, tantangan tentu tidak kecil. Namun di tangan kepemimpinan yang terbuka terhadap inovasi, Perumda Tuah Sekata tampaknya tengah bersiap menapaki babak baru: menjadi BUMD yang tidak hanya hadir sebagai pengelola layanan, tetapi juga sebagai pemain dalam ekosistem ekonomi utama daerah.

